Tampilkan postingan dengan label Refleksi Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi Jiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 November 2010

Nasehat Dari Ayah

,
Di suatu sore, aku datang menghampiri ayah yg sedang membaca koran… “Ayah, ayah” sambil kudekati dia…
“Ada apa?” tanya nya…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja!
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
Read more

Sabtu, 27 Maret 2010

KHASIAT SENYUM DAN TAWA

,

Peneliti Jerman, R.G. Hamer, sejak tahun 1979 mengumpulkan data lebih dari 10.000 pasien penderita kanker. Ia menemukan bahwa kanker biasanya dipicu oleh suatu konflik batin yang disertai ketidakmampuan mengungkapkannya kepada orang lain, atau sama sekali tidak ada orang yang mw mendengarkan. Umumnya (kalau tidak semuanya) yang terlarut dalam konflik batin secara serta merta kehilangan kemampuannya untuk tersenyum.

jadi, jika kita tetap dalam suka cita dan terpancar lewat kemampuan tersenyum dan tertawa, fungsi sistem imune tubuh akan berfungsi dengan baik. Dalam kaitan ini kita dapat memahami mengapa firman tuhan berkata, "hati yang gembira adalah obat"(Amsal 17:22). Jika senyum dapat membuat kita awet muda, kulit kencang tak berkeriput dan obat yang manjur, bukankah kita tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli kosmetik dan aksesoris penghias tubuh? Bandingkanlah, Gadis yang cantik sekalipun kalau marah, ia akan kelihatan jelek. Tetapi dari orang yang berpenampilan sederhana terpancar suatu keindahan yang tidak terbahasakan jika ia melempar senyum yang tulus.

KESAKSIAN DAN PENDIDIKAN

Sesungguhnya senyum dan tawa adalah anugerah tuhan. Ketika kita tidak melihat anugerah, kita tidak mungkin tersenyum. Dengan senyum dan tawa yang sehat sebenarnya kita memberi kesaksian bahwa hidup ini adalah sesuatu yang pantas disyukuri. Dengan senyum dan tawa kita memberi pesan kepada orang lain bahwa kita cinta persahabatan dan kita bukan ancaman terhadap kehidupan. Itu juga berarti bahwa dengan seulas senyum kita bisa memberi rasa damai kepada orang lain.

Bagaimana mengembangkan kemampuan tersenyum dan tertawa yang tulus ? (Yang "tulus" maksudnya, bukan senyum yang dipelajari oleh para penjual dagangan atau jasa yang bisa saja hanya secara teknis menggerakkan bibir untuk menampakkan gigi - tidak dari dalam hati). Kita perlu memeriksa gambaran kita tentang Allah. Doa berkat yang kita kenal : "Tuhan menyinari engkau dengan wajahnya" dapat diartikan "Tuhan tersenyum kepadamu". Ya, Tuhan kita adalah pengasih yang sempurna. Tuhan tidak sajamenganugerahkan kemampuan tersenyum dan tertawa kepada kita, tetapi ia juga memilikinya.

Read more

Sabtu, 27 Februari 2010

BERFIKIR DENGAN HATI

,

Pikiran itu bagaikan air yang amat mudah dan cepat mengalir kemana-mana. Tetapi, sama seperti air yang dapat kita salurkan, pikiran juga dapat kita alirkan agar ia teratur, terarah dan berguna. Atau, pikiran juga dapat digambarkan seperti Monyet liar yang cepat melompat kesana ke mari. Berbeda dengan monyet yang sudah dijinakkan, ia relatif lebih tenang. Pikiran juga bisa liar, tetapi kita 'berkuasa' menjinakkannya.

Biasanya, pikiran kita mengalir atau terpencar sedikitnya ke tiga tempat :

  1. Masa lalu
  2. Masa depan
  3. Angan-angan atau Ilusi

Dengan demikian, sebenarnya kita jarang 'hidup' pada 'saat ini'. Hidup kita terpaut pada masa lalu, masa depan dan ilusi-ilusi kita. Tiga tempat atau keadaan itupun masih dapat dibedakan antara yang baik (seperti yang menyenangkan, menggembirakan dan meneguhkan) dan yang buruk (seperti yang menakutkan, mengecewakan, menggeramkan dan menenggelamkan).

Pikiran itu sendiri adalah baik dan sangat bermanfaat. Jadi kata-kata "jangan gunakan otakmu dalam hal-hal yang berhubungan dengan iman" adalah nasihat menyesatkan. Tuhan menganugrahkan pikiran untuk kita gunakan menimbang kehendak tuhan dalam hidup kita. Tugas kita adalah untuk menjagauntuk tetap menjadi sumber ' air tawar' yang menyejukkan dan menhidupkan.

Read more

Rabu, 13 Januari 2010

OBAT PENAWAR RASA JENGKEL

,
Ada seorang biara dimana para penghuninya merasa jengkel mengeluh karena ada satu orang diantara mereka yang hidupnya benar-benar tidak sesuai sebagai seorang biarawan. Mereka merasa terganggu dengan yang satu orang ini. Sikap mereka pun menjadi sinis, tisak perduli bahkan membencinya. Mungkin karena tidak tahan, biarawan yang mengecewakan ini emutuskan untuk keluar dari biara. Anehnya, pimpinan biara mencari dan memintanya kembali ke biara dan ia akan mendapat gaji tetap. Mendengar itu para biarawan yanglain keberatan dan protes. Bagaimana mungkin seorang yang tidak memiliki itkad baik dan yang sudah keluar dari biara diajak kembali dan diberi gaji pula? Dengan tenang pimpinan biara berkata, "Sebab, dengan tinggalnya dia disini bersama kalian semua, kalian dapat belajar kesabaran".

Mungkin ada kalanya kita hidup bersama dengan orang yang kita anggap menjengkelkan, menggangu ketenangan, apakah itu di tengah keluarga, di lingkungan kerja, di tengah masyarakat, bahkan --celakanya-- bisa saja di dalam tempat ibadah pula. Perasaan kita semakin tidak enak, apalagi kalau yang bersangkutan sehat-sehat saja atau makmur secara ekonomi.

Cerita di atas sama sekali tidak dimaksudkan untuk membenarkan dua hal :
(1) Tidak membenarkan orang-orang yang menjengkelkan, mengecewakan, menimpakan beban yang tidak perlu terhadap sesama untuk terus-menerus mempertahankan sikap dan perilakunya.
(2) Tidak membenarkan perilaku buruk, dengan alasan karena keburukan dibutuhkan untuk 'mendidik' orang lain, dan bisa menjadi sarana mendapat 'penghasilan' ekstra.

Cerita di atas terutama berlaku dalam konteks 'latihan kesabaran'. Bagaimana bersikap dalam menhadapi orang-orang yang menjengkelkan? Pertama, kita perlu memeriksa 'ke dalam'; ke dalam hati kita sendiri. Mungkin perilaku orang itu benar dan bedasarkan fakta yang tidak bisa disangkal. Tetapi, kita 'merasa jengkel' adalah masalah lain. Itu adalah pilihan kita sendiri. Artinya, kita sendirilah yang memutuskan apakah kita mau merasa jengkel atau tidak. Keadaan atau suasana hati kita sangat menentukan sikap dan reaksi kita terhadap orang lain dan situasi tertentu. Jadi, kalau kita merasa jengkel, dongkol, atau bahkan berang, itu semua bukan 'karena' orang lain, tetapi 'karena' kita sendiri.
Read more

Senin, 28 Desember 2009

Bubur Ayam Spesial

,
Kata orang penyesalan itu selalu datang terlambat. Dan biasanya penyesalan hadir mengikuti kesalahan yang kita buat. Atau juga kita kurang sungguh-sungguh dalam menggapai sebuah tujuan, sehingga kegagalan yang kita raup. Atau kesalahan itu adalah sebuah dosa. Dalam penyesalan kerap kali saya, dan mungkin juga anda, berkata kepada diri sendiri, "Ah... seandainya waktu itu dapat diputar kembali... pasti aku tidak akan mengulangi kesalahan yang konyol itu." Kalau sudah begini kita sering kali mengutip peribahasa, Apalagi mau diperbuat..? "Nasi Sudah Menjadi Bubur."
Tapi ngomong-ngomong siapa sih yang tidak pernah melakukan kesalahan..? Orang bilang ada dua macam manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. 1. Manusia yang belum lahir 2. Manusia yang sudah mati. Jadi, semua orang (yang masih hidup), tanpa terkecuali, pasti pernah melakukan kesalahan..!(yang disengaja maupun tidak disengaja). Jika demikian, kita harus belajar dari sikap dalam menghadapi kesalahan yang pernah kita alami agar tidak terulang lagi.
Bila saat ini kita sedang dirundung penyesalan karena kesalahan yang kita telah buat selama menjalani tahun 2009 ini dan seolah-olah apa yang selama ini kita rancang dalam setiap pekerjaan dan hari-hari kita, petiklah pelajaran dari kesalahan itu. Ayo bangkit dan terus menjalani hidup ini..! Tahun 2009 akan segera berlalu dan kita akan memasuki Tahun 2010... Bila nasi sudah menjadi bubur, toh kita dapat mengisinya dengan daging ayam, cakue, daun bawang, telor, kacang dan cabai sehingga menjadi semangkok bubur ayam spesial..! Memasuki Tahun 2010 mari membuat hidup lebih spesial lagi.
Read more

Minggu, 15 November 2009

Tip's

,
Bakat Dan Potensi Diri

Di dalam diri kita tersedia kemampuan untuk melakukan yang bahkan belum kita impikan.
Kekuatan ini akan ada jika kita merubah sikap terhadap apa yang membatasi kita, dan terhadap apa yang tidak mungkin kita capai.
Sadari bahwa cara menuju keberhasilan adalah kerja keras, lalu kerja keras membutuhkan tenaga untuk bergerak maju dan itu yang kita sebut dengan kesungguhan.
Maka bagi siapa saja yang menuntut dengan keras kepada dirinya sendiri untuk mengupayakan keberhasilan, akan berhasil.
Berhasil itu bakat, dan memang benar bakat hanya datang setelah mencoba.
Dan karena yang dicoba hanya sedikit dari sekian banyak kemungkinan yang tersedia, maka sebetulnya kita semua sama tidak tahunya mengenai bakat kita masing-masing. Jadi yang kita tahu saat ini hanyalah anggapan sementara mengenai bakat, dan disebut sebagai bakat.
Oleh karena Kita semua adalah calon pemimpin, bakat untuk berhasil adalah hasil keputusan kita sendiri. Maka kita akan lebih nyaman untuk menjalaninya, dan hasilnya pun akan terasa lebih memuaskan untuk diri kita.
Read more

BUSINNES

Popular posts

 

ROOM creativitas Copyright © 2011 -- Template created by Bhecek Teknologi -- Powered by Teknologi Informasi